Mohon aktifkan javascript pada browser untuk mengakses halaman ini!
Kode untuk mematikan fungsi klik kanan di Website
smkmudapekanbaru@gmail.com 0852-8400-4343 Jl. KH. Ahmad Dahlan No.90

SMK MUDA IKUT MEMPERKUAT PENDIDIKAN DAN PROFESI VOKASI FARMASI MENUJU INDONESIA EMAS

Dari Rakernas hingga Benchmarking, SMK Muda Perkuat Langkah Menuju Pendidikan Farmasi Berkualitas

  • SMK Muda memperluas wawasan melalui Rakernas APMFI dan IVFI di Yogyakarta.
  • Kolaborasi vokasi dan industri diperkuat untuk meningkatkan kompetensi peserta didik.
  • Praktik baik dan jejaring baru menjadi bekal pengembangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Yogyakarta, 22 September 2026 Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI) bersama IVFI menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 22–24 September 2026 di Yogyakarta. Kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Yogyakarta untuk Indonesia: Penguatan Pendidikan dan Profesi Vokasi Farmasi Menuju Indonesia Emas 2045.”

Rakernas menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan pendidikan dan profesi farmasi untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi farmasi di Indonesia. Sejumlah agenda strategis dibahas dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru turut ambil bagian sebagai salah satu peserta Rakernas. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengikuti perkembangan pendidikan vokasi farmasi sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang bergerak di bidang pendidikan dan profesi farmasi.

SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru mengutus Kepala Sekolah, Paiman Sanen, S.Ag., M.Pd.I., dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yulie Arni, S.Pd., untuk mengikuti rangkaian kegiatan Rakernas APMFI dan IVFI di Yogyakarta.

Kehadiran keduanya diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperoleh informasi, wawasan, serta referensi dalam pengembangan pendidikan dan kurikulum, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan vokasi farmasi.

Salah satu agenda penting yang menjadi pembahasan adalah Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun Pelajaran 2026/2027. Materi terkait UKK disampaikan oleh Apt. Rosliana Hutahean, S.Farm., M.Farm.

Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan profesi farmasi.

Selain pembahasan UKK, Rakernas juga menghadirkan materi “Strategi Pengembangan Pendidikan Kesehatan Vokasi untuk Mendukung Indonesia Emas 2045” yang disampaikan oleh Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.Og., yang juga merupakan Wali Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Hasto Wardoyo sekaligus membuka kegiatan Rakernas secara resmi.

Materi lainnya membahas “Harmonisasi Pendidikan Vokasi Farmasi dengan Standar Kompetensi Nasional” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Dyah Aryani Prameswari, Ph.D., Ketua Indonesian College of Pharmacy. Materi ini menyoroti pentingnya keselarasan antara proses pendidikan vokasi dengan standar kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia profesi dan dunia kerja.

Rakernas juga menghadirkan paparan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai bagian dari penguatan hubungan antara lembaga pendidikan dan sektor industri. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra, di antaranya CV Herbal Indo Utama (HIU) Group, PT K-24 Indonesia, dan CV Indoraya.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara pendidikan vokasi farmasi dan dunia industri, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi peserta didik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.

Selain agenda seminar dan diskusi, peserta Rakernas juga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari praktik baik atau best practice dari SMK Farmasi Semarang. Kegiatan tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai pengelolaan dan pengembangan pendidikan vokasi farmasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan kunjungan benchmarking ke SMK Kesehatan Bantul. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung praktik penyelenggaraan pendidikan serta berbagai inovasi yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan vokasi farmasi.

Bagi SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, keikutsertaan dalam Rakernas APMFI dan IVFI menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan serta mendapatkan referensi baru terkait pengembangan pendidikan vokasi.

Berbagai informasi dan praktik baik yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Melalui Rakernas APMFI dan IVFI, berbagai pihak yang terlibat diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi profesi, dan dunia industri.

Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan lulusan vokasi farmasi yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan perkembangan industri kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.

Share Berita ini: