Mohon aktifkan javascript pada browser untuk mengakses halaman ini!
Kode untuk mematikan fungsi klik kanan di Website
smkmudapekanbaru@gmail.com 0852-8400-4343 Jl. KH. Ahmad Dahlan No.90

BGTK PROVINSI RIAU DAMPINGI SMK MUHAMMADIYAH 2 PEKANBARU

Perkuat Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial

  • Perkuat pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa.
  • Integrasikan koding dan AI sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan literasi teknologi peserta didik.
  • Perkuat peran guru dan kepemimpinan sekolah untuk mewujudkan SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru sebagai sekolah model yang inovatif dan relevan.

Pekanbaru (4/9/2026) — Pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan koding dan kecerdasan artifisial menjadi salah satu penekanan penting dalam agenda pendampingan BGTK Provinsi Riau di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru.

Narasumber BGTK Provinsi Riau, Tri Hastuti, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan pembelajaran perlu diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif, sekaligus membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan dalam menghadapi perkembangan teknologi.

SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru merupakan salah satu sekolah model yang ditunjuk oleh Kementerian untuk menjadi bagian dari upaya penguatan dan pengembangan praktik pendidikan.

Karena itu, kegiatan pendampingan ini memiliki arti penting, bukan hanya sebagai agenda pembinaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan penguatan agar program serta praktik pembelajaran di sekolah dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Tri Hastuti, M.Pd., menyampaikan berbagai penguatan yang berkaitan dengan keunggulan murid, keunggulan pendidik, serta keunggulan kepemimpinan kepala sekolah.

Ketiga unsur tersebut dipandang saling berkaitan dalam membangun budaya sekolah unggul yang mampu menghasilkan pembelajaran berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Pada aspek keunggulan murid, sekolah didorong untuk tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, kompetensi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Murid perlu mendapatkan pengalaman belajar yang membuat mereka aktif berpikir, mencoba, menghasilkan karya, dan mampu menghubungkan pembelajaran dengan persoalan nyata.

Sementara itu, keunggulan pendidik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Guru dituntut terus mengembangkan kompetensi, beradaptasi dengan perubahan teknologi, serta mampu merancang pembelajaran yang memberi ruang lebih besar bagi eksplorasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara tepat.

Pembelajaran mendalam menjadi pendekatan yang mendorong proses belajar tidak berhenti pada hafalan, tetapi sampai pada pemahaman dan penerapan.

Tri Hastuti juga menekankan pentingnya penguatan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan koding dan kecerdasan artifisial (AI).

Koding tidak semata-mata dipandang sebagai keterampilan teknis, tetapi sebagai sarana untuk melatih logika, pemecahan masalah, dan cara berpikir sistematis. Sementara itu, kecerdasan artifisial perlu dikenalkan dan dimanfaatkan secara bijak sebagai bagian dari literasi teknologi peserta didik.

Dari sisi kepemimpinan, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan perubahan pembelajaran dapat berlangsung secara konsisten.

Kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan adaptif diperlukan untuk menggerakkan guru, membangun budaya belajar, serta memastikan berbagai inovasi di sekolah memiliki arah dan tujuan yang jelas.

Yurnida, M.Pd., selaku pengawas SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, mendampingi setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah. Pada hari yang sama, Yurnida, M.Pd., juga menyampaikan materi sebagai penguatan terhadap program yang telah dilakukan pada waktu-waktu sebelumnya.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Paiman Sanen, S.Ag., M.Pd.I., bersama para guru dan tenaga kependidikan mengikuti agenda pendampingan tersebut sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat kualitas pendidikan.

Kehadiran dan keterlibatan warga sekolah menjadi modal penting untuk menjadikan sekolah model sebagai ruang belajar, berbagi praktik baik, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Bagi SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, pendampingan BGTK Provinsi Riau menjadi momentum penting untuk memperkuat langkah sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Sinergi antara keunggulan murid, kompetensi pendidik, kepemimpinan sekolah, serta pembelajaran mendalam berbasis koding dan kecerdasan artifisial diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi dunia kerja serta perkembangan teknologi.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa status sebagai sekolah model bukan sekadar predikat, melainkan sebuah tanggung jawab untuk terus bertumbuh, melakukan inovasi, dan menghadirkan praktik pembelajaran yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan vokasi.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru diharapkan semakin siap menjadi sekolah yang unggul dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.

Share Berita ini: