Pertama di Indonesia, Muhammadiyah Bangun Pesantren Sains

Muhammadiyah telah membangun lembaga pendidikan yang fokus dalam mengkaji dan meneliti ayat-ayat semesta yang terkandung di dalam Alquran dan Hadits yakni SMA Trensains Sragen. Trensains adalah kependekan dari Pesantren Sains yang merupakan sintetis dari pesantren dan sekolah umum bidang sains.

Trensains merupakan lembaga pendidikan setingkat SMA yang merupakan proyek baru di Indonesia, bahkan mungkin di dunia Islam.

Dikutip dari laman Muhammadiyah, Minggu (22/1/2017), Trensains tidak menggabungkan materi pesantren dan ilmu umum sebagaimana Pondok Pesantren (Ponpes) modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Alquran, sains kealaman (natural science) dan interaksinya.

Poin terakhir, interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas trensains dan tidak ada dalam Ponpes modern.

Kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris menjadi kemampuan dasar bagi para santri. Selain menjadi alat komunikasi, di Trensains bahasa Arab juga digunakan sebagai alat analisis awal dalam menalar ayat-ayat al-Quran khususnya ayat-ayat kauniyah.

Trensains juga membimbing para santrinya untuk mempunyai kemampuan nalar matematik dan filsafat yang memadai. Konsep dasar limit, diferensial dan integral perlu diperkenalkan sebagai alat analisis dan memahami konsep fisika. Nalar dan spirit filosofis diperlukan untuk berfikir runut, tuntas dan mendasar.

Jika umumnya pesantren mengharapkan alumninya menjadi ulama syariah (hukum Islam), maka proyeksi alumni Trensains adalah lahirnya ulama-ulama yang memiliki spesialisasi di bidang sains kealaman, teknologi, dan dokter yang mempunyai basis Alquran, kedalaman filosofis serta keluhuran akhlak.

Metode pembelajaran yang dirancang ini hanya ada di program ‘Trensains’. Pertama kali dilakukan SMA Pondok Pesantren Darul Ihsan, Sragen yang direalisasikan pada 2013. Kurikulum di sekolah ini adalah kurikulum unifikasi, sehingga memiliki karakter kuat dalam integrasi Islam dan Sains. Tenaga pengajar di sekolah dipilih sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing, termasuk para lulusan luar negeri.

“Trensains yang ada sekarang ini adalah pondok pesantren yang menjelajah dunia sains sebagai perwujudan gerakan tajdid Muhammadiyah pada usianya yang sudah memasuki abad kedua. Sebagai program nasional, Trensains juga hasil kolaborasi bersama Lazismu yang diharapkan menjadi salah satu aktivasi filantropi strategis,” ujar keterangan Muhammadiyah.

Di luar geraknya yang bersifat karikatif, Trensains merupakan gerakan keilmuan dan amal di era baru dalam memandang alam semesta secara pedagogis.

Bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Marpuji Ali, beberapa waktu yang lalu berkesemapatan mengunjungi SMA Trensains Sragen yang beralamat di Dukuh Dawe, Banaran, Sambongmacan, Sragen, Jawa Tengah.

Ia mengatakan, pendirian SMA Trensais Sragen memiliki satu pemikiran yang sejalan dengan tema Muktamar Muhammadiyahdi Yogyakarta, yakni berkemajuan.

“Tidak hanya saat ini saja, melainkan sejak  kelahiran Muhammadiyah telah ada kesadaran ketertinggalan umat Islam pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui SMA Trensains Sragen ini Muhammadiyah menjawab ketertinggalan tersebut,” ujar Marpuji.

Gagasan pendirian SMA Trensains sendiri, lanjut Marpuji sejalan dengan pemikiran KH. Ahmad Dahlan, yaitu bagiamana menjadi santri intelek dan intelek yang santri. Dalam Alquran surat Al-Mujadilah ayat 11 telah disampaikan, bahwa keseimbangan antara ilmu dan iman merupakan khas dari Alquran, dan selama ini  Muhammadiyah  masih berproses sampai ke arah sana, dan tidak hanya berhenti  pada taraf pengetahuan saja.

“Siswa di SMA Trensains digodok untuk memiliki kemampuan agama yang bagus dan illmu pengetahuan basis memadai terutama dalam kajian yang basisnya Pengetahuan Alam,” ungkap Marpuji.

Saat ini sudah masuk tahun ke lima berdirinya SMA Trensains Sragen, lulusan pertama berjumlah 36 orang, dan yang membaggakan meskipun dari skala jumlah lulusan pertama belum begitu banyak, namun sebagian dari lulusan tersebut telah berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia, seperti UGM, ITS, dan juga UNY.

“Hingga saat ini peminatnya semakin bertambah, dan bahkan dari luar daerah, yaitu Bengkulu. Trensains merupakan tempat penyemaian kader Muhammadiyah di masa yang akan datang,” ungkap Marpuji.

Marpujimengharapkan model semacam Trensains dapat dicontoh oleh berbagai SMA yang lain, sehingga alumni SMA Muhammadiyah terdapat di berbagai tempat dan mewarnai peguruan tinggi ternama di Indonesia maupun luar negeri.

“Model pembelajaran Trensains ini merupakan usaha sunyi dan senyap untuk menjemput masa depan yang baik. PP Muhammadiyah melihat Trensains telah sesuai dengan misi pencerahan berkemajuan yang sesuai dengan visi ilmu pengetahuan dan teknologi,” terang Marpuji.

Marpuji juga berpesan kepada lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah lainnya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang terbaik, dan bisa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kunci utama keberhasilan tersebut berada pada guru, dosen, ustadz dan tenaga pengajar Muhammadiyah. Dan mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” tutupnya.

sumber: http://www.netralnews.com/news/pendidikan/read/50040/pertama.di.indonesia..muhammadiyah.bangun.pesantren.sains